- Abstract
1
- 10.1016/j.contraception.2024.110409
Exploring Canadians’ Experiences with Belief-based Denial of Contraception and Abortion Care
- Jun 01, 2024
- Contraception
- A Dixit + 2 more +2
Publications from 2021 to 2026
Showing 10 of 29 papers
Exploring Canadians’ Experiences with Belief-based Denial of Contraception and Abortion Care
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL IPA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS HOTS DENGAN PENDEKATAN TPACK PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH
Pembelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang krusial dalam kehidupan sehari-hari sehingga memerlukan bantuan media agar peserta didik memahami konsep dengan baik terutama pada materi sistem peredaran darah. Adapaun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan modul, mengetahui kelayakan modul serta mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan bahan ajar modul berbasis HOTS dengan Pendekatan TPACK pada mata pelajaran IPA peserta didik kelas V. Metode penelitian yang digunakan ini mengacu pada desain penelitian Borg & Gall yang diadaptasi oleh Sugiyono. Penelitian ini melalui enam tahapan yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk. Melalui tahap validasi diperoleh hasil tingkat kelayakan dari segi materi sebesar 85,5% dan masuk kategori “sangat layak”, dari segi desain media sebesar 81,5% dan masuk kategori “sangat layak”, serta dari segi bahasa sebesar 91% dan masuk kategori “sangat layak”. Kemudian setelah dilakukan revisi media sesuai dengan saran perbaikan validator, peneliti melakukan uji coba produk kepada peserta didik kelas V sebanyak 20 peserta didik dengan hasil 91,3% dengan kategori “sangat baik”.
Read morePENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KONSEP SUHU DAN KALOR
Hasil penelitian ini memaparkan tentang hasil belajar siswa pada topik suhu dan kalor melalui penerapan model pembelajaran inquiry learning. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan rangcangan one group pretest-posttest design. Penentuan subyek menggunakan teknik random sampling dengan intact group sehingga terpilih siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Telaga Biru yang berada di Kabupaten Gorontalo. Analisis data dilakukan menggunakan gain-score yang termasuk pada kategori sedang. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan adanya penerapan model inquiry learning pada konsep suhu dan kalor.
Read morePerancangan Branding Desa Tetebatu Selatan Melalui Media Visual
Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang telah memiliki otonom untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya secara mandiri. Untuk itu desa membutuhkan strategi branding supaya desa mendapatkan perhatian investor atau masyarakat luar untuk melakukan perjalanan, atau membelanjakan uangnya di daerah tersebut. Branding Desa adalah perencanaan dan perancangan pembangunan desa (brand desa) dan produk turunannya di bidang ekonomi, pariwisata, budaya dan lain-lain (brand produk). Latar belakangnya didasarkan pada realita yang ada bahwa Desa Tetebatu Selatan ini merupakan desa yang saat ini sedang dikembangkan melalui potensi-potensi wisatanya dan berbagai hasil produk dari alam. Untuk itu dilakukan perancangan ini agar masyarakat dapat mendukung Desa Tetebatu Selatan yang mulai berkembang agar dapat menjadi desa wisata yang baik dan dikenal masyarakat umum. Branding memliki tujuan dan makna yang lebih luas yang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk sampai ke benak orang atau khalayak ramai
Read moreChallenges and lessons learned conducting abortion research in fragile and conflict-affected contexts: Reflections from a mixed methods study in Africa (the AMoCo study)
challenges-and-lessons-learned-conductingabortion-research-in-fragile-and-conflict-affected-contexts-reflections
Short-Packet Backscatter Assisted Wireless-Powered Relaying With NOMA: Mode Selection With Performance Estimation
Backscatter-assisted wireless-powered relaying has emerged as a promising approach to extend the transmission range of energy-constrained devices, e.g., sensors, with improved energy efficiency. Mode selection adapting to the dynamic channel conditions has a great impact on the performance of this hybrid relaying paradigm. However, designing an effective mode selection is challenging as the instantaneous channel state information (CSI) may not be available and is subject to errors and delays. Furthermore, instant CSI estimation incurs continual communication and computation overhead that burdens the operation of energy-constrained devices. This work considers the mode selection problem in a downlink cooperative scenario, wherein a hybrid relay aids the finite blocklength non-orthogonal transmissions from a source to a pair of destinations. To eliminate the need for instantaneous CSI estimation, we exploit the statistical system information to indicate the mode selection. In particular, we first derive the analytical expressions of average end-to-end block error rates in both active and passive relaying modes, based on which we can obtain the reward gap of the system. We then propose a bandit learning-based mode selection that exploits the reward gap to assess the upper confidence bound. The proposed mode selection method is light-weight and requires no knowledge of instantaneous CSI. Simulation results are presented to validate our analytical results and expose the efficiency of the proposed mode selection over conventional approaches. Besides, we demonstrate that the proposed approach is robust to estimation errors of the reward gap.
Read morePengaruh Media Pembelajaran Berbasis Smartphone Terhadap Pada Materi Gerak Lurus
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis smartphone terhadap hasil belajar siswa pada materi gerak lurus kelas X. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 22 Palembang pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling, sampel penelitian yang digunakan kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Proses pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran berbasis smartphone dan di kelas kontrol tidak menggunakan media pembelajaran berbasis smartphone. Instumen penelitian ini menggunakan tes yang memenuhi kategori untuk mengukur hasil belajar siswa dalam bentuk pilihan ganda. Uji statistik hasil tes yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dibantu dengan program IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata–rata nilai posttest yang diperoleh siswa kelas eksperimen 81,2 dan rata-rata nilai posttest yang diperoleh siswa kelas kontrol 65. Secara output dari program IBM SPSS Statistics 22 pada uji Nonparametric test yakni Kruskal-Wallis Test menunjukkan Sig < 0,05 (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak dan Hα diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran berbasis smartphone terhadap hasil belajar siswa.
Read morePendampingan Guru Biologi dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berorientasi HOTS di Kabupaten Lombok Barat
Telah dilakukan kegiatan pendampingan pada guru Biologi dalam penyusunan instrumen penilaian berorientasi HOTS di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pendampingan guru dalam penyusunan instrumen penilaian berorientasi HOTS ini dilaksanakan dalam bentuk (1) penyampaian materi secara klasikal, (2) pemberian contoh dalam membuat soal HOTS, dan (3) pendampingan guru dalam menyusun instrumen penilaian HOTS. Sebelum penyampaian materi dan latihan diberikan, terlebih dahulu dilakukan Survei dengan menggunakan angket. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar (55%) guru biologi yang ada di Kabupaten Lombok Barat belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan instrumen penilaian yang berorientasi HOTS. Semua guru (100%) setuju dan bersedia diberikan pelatihan terkait dengan HOTS. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting. Peserta pelatihan terdiri dari 39 orang guru. Sebagian besar guru yang ikut pelatihan (52%) berasal dari Pulau Lombok. Sementara itu sisanya, 28% guru berasal dari Pulau Bali dan 20% guru berasal dari Pulau Sumbawa. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa guru-guru biologi yang ada di Kabupaten Lombok Barat masih mengalami kesulitan dalam pembuatan stimulus. Faktor penyebab guru mengalami kesulitan diantaranya disebabkan oleh kemampuan literasi dasar sekitar 30 – 40% dan kesulitan dalam melakukan kegiatan pengembangan media sekitar 50%. Karena itu, kegiatan pendampingan lanjutan yang melibatkan forum MGMP masih diperlukan.
Read moreTherapeutic Drug Monitoring: Performance of a FRET-Based Point-Of-Care Immunoassay for the Quantitation of Infliximab and Adalimumab in Blood
Two fast (<5 min), time-resolved fluorescence resonance energy transfer (FRET)-based immunoassays (Procise IFX™ and Procise ADL™) were developed for the quantitative detection of infliximab (IFX), adalimumab (ADL), and their respective biosimilars for use in therapeutic drug monitoring (TDM) using 20 µL of finger prick whole blood at the point-of-care or whole blood/serum in a central lab. Studies were performed to characterize analytical performance of the Procise IFX and the Procise ADL assays on the ProciseDx™ analyzer. The Procise IFX and Procise ADL assays both showed good analytical performance with respect to sensitivity, specificity, linearity, and precision suitable for routine clinical use as well as excellent correlation to current commercial ELISA IFX and ADL measurement methods. Results indicated that the Procise IFX and Procise ADL assays are sensitive, specific, and precise yielding results in less than 5 minutes from either whole blood or serum. This indicates the Procise IFX and Procise ADL assays are useful for obtaining fast and accurate IFX or ADL quantitation, thus avoiding delays inherent to current methods and enabling immediate drug level dosing decisions to be made during a single patient visit.
Read moreOut-of-clinic and Self-managed Abortion in Bangladesh: A Qualitative Study of Menstrual Regulation Providers
Abstract Background: In Bangladesh, abortion is illegal except to save a woman’s life, though menstrual regulation (MR) is permitted. MR involves the use of manual uterine aspiration or Misoprostol (with or without Mifepristone) to induce menstruation up to 10-12 weeks from the last menstrual period. Despite the availability of safe and legal MR services, abortions occur outside of the legal system and are associated with high complication rates. Methods: Qualitative semi-structured interviews (SSIs) were conducted with 25 trained MR providers from urban tertiary care facilities in six different cities in Bangladesh. SSIs explored providers’ attitudes about the practice of unsanctioned MR/abortion providers and self-managed MR/abortion, their experiences treating patients who sought abortion services out-of-clinic, barriers/facilitators to safe MR/abortion, and MR/abortion definitions.Results: There were three predominant yet overlapping themes: (i) logistics of obtaining MR/PAC/abortion, (ii) provider attitudes, and (iii) overcoming barriers to safe MR. Lack of consensus among trained providers revealed challenges for defining MR/abortion and gestational age cutoffs. Increasing post-abortion care (PAC) services may be due to patients purchasing Mifepristone/Misoprostol from pharmacists who do not provide adequate instruction, or patients may be directed to untrained providers by brokers, who intercept patients entering the hospitals/clinics and receive a commission from unsanctioned clinics for bringing patients. Perceived barriers to accessing in-clinic MR include distance, family influence, brokers, lack of knowledge, and provider attitudes toward MR.Conclusions: Providers in urban tertiary care facilities in Bangladesh see primarily the complicated MR/PAC cases, and the safety of out-of-clinic/self-managed abortion is unknown. Lack of standardization among providers of MR definition/gestational age cutoffs may affect patient care and MR access. MR safety may be improved by eliminating brokers. A harm reduction approach to improve MR/abortion care provided by pharmacies may improve safety and access. Policy makers should consider increasing training of frontline health workers, such as Family Welfare Visitors (FWVs) to provide evidence-based information about Mifepristone/Misoprostol.
Read more