- Research Article
- 10.64005/jtpk.v3i2.185
Fangotome’õ Satua : Tinjauan Sosio-Teologis terhadap Sikap Menghormati Orang Tua
- May 31, 2025
- Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
- Mey Daman Lawolo
Salah satu suku di Indonesia yang memiliki budaya yang beragam adalah suku Nias. Budaya yang masih aktif dilakukan oleh orang Nias adalah fangotome’õ satua yang harfiahnya berarti menjamu orang tua pada momen tertentu seperti pada saat orang tua sakit keras atau mau mendekati ajalnya. Fangotome’õ satua merupakan tanggung jawab setiap anak kepada orang tuanya dan merupakan ungkapan rasa hormat anak terhadap orang tuanya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, Penulis mendapatkan bahwa terlaksana tidaknya acara ini sangat menentukan status anak-anak di mata masyarakat. Mereka dapat mendapat famago mbawa dari masyarakat sekitar apabila hal ini tidak dilaksanakan. Sebab itu, anak-anak berusaha semaksimal mungkin menjamu orang tua selama hidup di dunia. Apabila tidak sempat menjamu orang tua, maka anak-anak harus melakukan fangasi atau fame’e gõ zohalõẁõ setelah orang tua meninggal sebagai bentuk hormat kepada orang tua. Alkitab mengafirmasi kemutlakan menghormati orang tua tanpa memandang waktu dan keadaan mereka. Allah yang menjadi tujuan utama dalam perintah tersebut mengajarkan anak-anak supaya tunduk pada otoritas ilahi melalui kehadiran orang tua di tengah-tengah keluarga. Oleh sebab itu, Alkitab mentransformasi nilai-nilai yang terkandung dalam acara fangotome’õ satua supaya setiap anak menghormati dan menaati orang tuanya selama mereka masih hidup di dunia ini tanpa menunggu momen-momen yang tertentu. Kata Kunci : Budaya Nias; Fangotome’õ Satua; Orang tua; Transformasi
Read more