Cost Benefit Analysis Pemanfaatan Areal Bekas Tambang Andesit untuk Objek Wisata Jembatan pada PT XYZ Desa Batubalak, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
Abstract. The utilization of former mining areas for tourism purposes serves as a solution for land reclamation and post-mining economic value enhancement. PT XYZ in Batubalak Village, South Lampung Regency, has a former andesite mining area with potential to be developed into a tourist destination. This study aims to analyze the financial feasibility of converting the mining land into a tourist attraction by examining Benefit Cost Ratio. The research method employed project feasibility analysis, including calculations of Break Event Point (BEP), Cashflow, Payback Period (PBP), Net Present Value (NPV), and Internal Rate of Return (IRR). Data were collected through field studies, stakeholder interviews, and cost-revenue analysis. Key assumptions such as discount rates, visitor estimates, and operational costs were tested for sensitivity to ensure result reliability. The results indicate that the project is feasible under a realistic interest rate (6.75%), supported by a positive NPV, acceptable IRR, and reasonable payback period. However, high risk arises if the investor's required return rate is overly aggressive (18.75%), which could jeopardize financial feasibility. Thus, the project's success heavily depends on cash flow stability and market conditions. The study recommends risk management strategies and effective marketing to minimize uncertainties. Abstrak. Pemanfaatan lahan bekas tambang untuk objek wisata merupakan salah satu solusi dalam upaya reklamasi dan peningkatan nilai ekonomi lahan pasca-penambangan. PT XYZ di Desa Batubalak, Kabupaten Lampung Selatan, memiliki areal bekas tambang andesit yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial proyek konversi lahan tambang menjadi objek wisata dengan memperhatikan aspek break-even point, payback period, dan pengembalian investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kelayakan proyek meliputi perhitungan Break Even Point (BEP), Cashflow, Payback Period (PBP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Data dikumpulkan melalui studi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis biaya dan pendapatan proyek. Asumsi dasar seperti tingkat diskonto, estimasi pengunjung, dan biaya operasional diuji secara sensitivitas untuk memastikan keandalan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini layak dijalankan dengan tingkat suku bunga realistis (6,75%), ditunjukkan oleh NPV positif, IRR melebihi biaya modal, dan payback period yang masuk akal. Namun, risiko tinggi muncul jika tingkat pengembalian yang diminta investor terlalu agresif (18,75%), yang dapat mengganggu kelayakan finansial. Dengan demikian, keberhasilan proyek sangat bergantung pada stabilitas asumsi arus kas dan kondisi pasar. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya manajemen risiko dan strategi pemasaran yang efektif untuk meminimalkan ketidakpastian.
Read more